Sabtu, 25 November 2017

Pedagang bakso di Kampung Melayu tak risi isu daging babi

Pedagang bakso di
Pedagang bakso di Kampung Melayu tidak khawatir isu daging babi

Mencuatnya pemberitaan bakso oplosan daging sapi & daging babi di wilayah Jakarta Selatan rupanya tidak membangun panik para pedagang Bakso di Jakarta Timur. Bagi yg telah mempunyai pelanggan tetap, kabar bakso daging babi itu bukan ancaman berfokus.

BERITA TERKAIT
Alasan kesehatan yg mendasari kenapa anda tidak boleh makan babi
Kebutuhan daging babi warga Sukabumi capai 250 Kg per hari
Tolak jual daging babi, pasar supermarket di Prancis diancam ditutup

Paling tidak hal itulah yg diakui sang Tomo (37) pemilik warung bakso rawon setan di terminal Kampung Melayu.

"Kalau istilah saya sih pembeli telah sanggup menilai lah dagangan saya ini. Jadi kenapa harus takut selama saya dagang amanah pelanggan maupun gak akan kecewa," ujarnya waktu ditemui merdeka.com, Kamis (13/12).

Dikatakan Tomo dirinya telah hampir 3 tahun berjualan di terminal Kampung Melayu ini. Meskipun harga yg ditawarkannya cukup tidak sinkron dengan harga pedagang bakso yg memakai gerobak, dia mengaku bahwa penjualnya tetap lancar.

"Kalau dibanding pedagang yg pakai gerobak memang kita lebih mahal. Kalau di gerobak untungnya Rp 1000 seporsi akan namun gabungan baksonya lebih poly sagunya. Kita sagunya sedikit dagingnya kita banyakin jadi kalau mahal masuk akal Kita kan maupun sewa kios & bayar karyawan," jelasnya.

Dikatakan pria berasal Solo ini, dalam mengelola bakso buatannya dia tertentu membeli daging sapi ke pasar & menggilingnya sendiri. Untuk itu dia mengklaim jikalau daging yg diolahnya menjadi bakso adalah murni daging sapi.

"Saya belanja tertentu sendiri, dagingnya maupun tertentu digiling di pasar kalau yg info kan kawasan gilingnya pribadi," ungkapnya.

Tomo mengungkapkan, satu kilo daging sapi yg dibelinya itu nantinya akan di buat menjadi 100 butir bakso berukuran mini. Sedangkan lima kilo daging sapi & 10 kilo urat itu akan didesain menjadi 50 butir bakso berukuran besar.

"Saya tahu harga sapi mahal. Makanya harga murah tidak jadi jaminan berdasarkan saya. Selama kita dagangnya amanah jadi gak perlu khawatir lah," jelasnya.

Sementara itu Henny (25) galat satu pelanggannya mengakui jikalau bakso yg dijual sang Tomo adalah produk halal. Hal ini dikarenakan Henny telah percaya & telah menjadi pelanggan tetap.

"Gak khawatir, soalnya sebelum info saya kan telah jadi pelanggan jadi telah kenal. Lagian kalaupun haram saya rasa gak akan dosa soalnya kan kita gak tahu kalau yg kita makan daging babi. Kecuali kita tahu & kita masih tetap memakannya itu baru galat," tandasnya. [hhw]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar