Selasa, 31 Oktober 2017

Bapak Saya Penjual Bakso Keliling

Bapak Saya Penjual Bakso Keliling
Bapak Saya Penjual Bakso Keliling

Percakapan delapan belas tahun yang lalu:

Aku : Pak, aku lulus UMPTN, ketrima di UGM

Bapak: Ohyo wis ati-ati wae tanpa menampakkan rasa senang yang hiperbola.

Dan beberapa hari semenjak itu aku artinya mahasiswa UGM Jogja, beruntung ketika itu semua masih murah sehingga kuliah bisa hingga selesai.

Masuk akal ketika itu, sebab asa Bapak tidak terlalu hiperbola. Bapak memang berharap anaknya bisa kuliah untuk mengganti nasib. Dari ratusan pedagang bakso asal Solo dan Wonogiri di Purwokerto ketika itu, mungkin Bapak yang pertama berhasil membangun anaknya kuliah, saudara tertua saya yang kuliah di Unsoed. Dan kemudian saya menyusul akan kuliah, namun di UGM, Jogja. Saya tahu yang membebani bapak bukan hanya sebab akan berpisah kawasan tinggal sebab saya wajib indekos, tapi terlebih sebab wajib selalu menyiapkan uang bulanan untuk bayar kost, makan dan keperluan kuliah lain. Berbeda bersama jika tetap kuliah di Purwokerto, hanya perlu uang kuliah sebesar 250.000 per semester, mungkin tak terlalu berat bagi pedagang bakso kecil misalnya Bapak.

Bapakku  memang perantauan, formasi pedagang bakso keliling yang mencari penghidupan di Purwokerto. Masih jangan lupa ketika kecil hayati di kamar bidakan terbuat berdasarkan gedheg (anyaman bambu). Setiap pagi ramai terdengar bunyi pukulan besi ke papan telenan untuk menghancurkan daging agar menjadi adonan bakso. Dua puluh lima tahun yang lalu belum muncul  gilingan bakso, jadi tidak semua orang bisa membangun bakso. Untuk membangun bakso dibutuhkan tenaga ekstra sebab wajib menghancurkan daging secara manual bersama ditumbuk dengan lempengan besi yang diadu bersama telenan kayu akbar. Bahkan mungkin berdasarkan subuh telah ramai, sebab sebagian istri pedagang bakso artinya penjual jamu gendong yang wajib menumbuk empon-empon semenjak dini hari.

Kekerasan simbolik menjadi anak penjual bakso juga sering sekali terasakan dan memang sangat menyakitkan. Cemoohan anak bakul bakso kawan-kawan bermain kadang sangat pedas. Apalagi ketika itu rumah bidakan kami dilingkupi tembok dengan tinggi 2,5 meter yang di dalamnya memang hanya berisi khusus bakul bakso. Kapanpun dan dimanapun orang miskin memang sering menjadi pihak yang terlemah.  Dan malah sering kali menjadi ladang eksploitasi.  Saya masih jangan lupa, kompleks bidakan ratusan kamar tersebut dimiliki sang seseorang HAJI yang juga membuka warung kelontong di depan pintu masuk. Hampir semua kebutuhan sehari-hari famili juga bakso (contohnya mie, bumbu, tepung dll) seolah wajib belanja di kawasan itu juga. Jadi sirkulasi uang para penjual bakso juga sebagian akbar masuk ke pemilik kontrakan bersama banyak sekali macam cara. Sebuah kapitalisme yang dulu tak pernah kami sadari.

Dan sebab itulah saya bertekad sekolah. Dan berdasarkan tangan pedagang bakso keliling serta penjual jamu gendong itu terlahir 3 orang sarjana. Salah satunya ketika ini sedang sekolah S3. Dan jika kini ke Purwokerto, maka penjual bakso tak lagi identik bersama kaum marginal misalnya halnya 25 tahun yang lalu. Sebagian akbar telah menjadi penduduk asli Purwokerto, memiliki rumah sendiri dan bukan lagi kaum kontraktor nomaden. Anak-anak mereka juga banyak yang kemudian sekolah tinggi dan berprofesi bukan lagi pedagang bakso turunan. Kalaupun muncul yang menjadi pedagang bakso maka mereka menjadi pedangan bakso yang cukup akbar.

Tetapi kadang muncul yang membangun miris, ketika berkunjung ke kawasan kami tinggal 25 tahun yang lalu keadaannya sebagian  tak banyak berubah.  Dan jika Knda ingin tahu resep membangun bakso yang enak, silahkan hubungi saya. Karena bapak saya jualan bakso semenjak tahun 1970 dan saya terlatih membantunya semenjak kelas satu SD. Atau tiba saja ke kawasan bapak saya jualan, Bakso Satria, dekat RSU Margono Soekarjo, Purwokerto.

*) Gambar di atas artinya rabat gosip di Radar Bayumas beberapa bulan yang lalu tentang bapakku

Senin, 30 Oktober 2017

Bakso. Bakpao. Bakmi. Bakwan. Bakero

Bakso. Bakpao. Bakmi. Bakwan. Bakero
Bakso. Bakpao. Bakmi. Bakwan. Bakero

Mari kita sementara waktu keluar menurut hiruk pikur dan euforia Pilgub DKI yg istilah-ucapnya (perhitungan cepat) akan dimenangi sang pasangan kotak-kotak.

Begitu poly masakan dan jajanan di Indonesia yg diawali memakai suku istilah bak. Bakpao, Bakso, Bakwan, Bakpia, Bakmi, dan mungkin masih ada lagi yg lain. Ironisnya, poly di antara kita yg nir mengerti arti sebetulnya atau asal istilah menurut masakan-masakan di atas. Bahkan, penjualnya sendiri nir tahu.

Silabel bak diambil menurut bahasa Hokkian yg artinya daging. Namun, seiring memakai norma orang Tiongkok yg lebih senang makan daging Babi daripada daging merah yg lainnya maka istilah bak pun mengalami spesialisasi. Yaitu pergeseran makna menurut umum ke khusus.

Jadi, kepada awalnya, arti menurut Bakpao ialah daging babi yg dibungkus, alasannya adalah pao berarti bungkusan. Sedangkan Bakso dan Bakmi mempunyai arti daging babi giling dan mi babi. Lalu Bakpia berarti kudapan manis berisi daging babi. Ketika masakan-masakan ini mulai berkembang di Indonesia yg lebih poly didominasi muslim dan mengharamkan konsumsi daging babi dan lalu membarui isi menurut masakan-masakan tadi, mungkin sekali orang-orang Tionghoa merasa geli jikalau melihat ada plang Bakso Ayam, Bakso daging, atau Bakmi Ayam. Saat itu hal ini adalah sebuah misnomer (penamaan yg keliru). Mungkin yg lebih tepat dikala itu ialah So Daging Sapi, Pao Kacang Hijau, Mie Ayam dan seterusnya.

Mereka mungkin lebih geli lagi ketika mendengar Bakwan Jagung dan mungkin mampu terbahak-bahak ketika melihat wujudnya yg gepeng dan agak ada-ada. Sangat jauh sekali menurut akar istilah Bakwan sesungguhnya yg berarti daging babi bulat (wan berarti bundar atau bulat). Penggunaan istilah bakwan yg mendekati aslinya mampu kita lihat di Surabaya-Malang dan Bangka Belitung. Beberapa asal bahkan menyebutkan, termasuk Oma aku, bahwa bakso dan bakwan ialah masakan yg sama persis. Bakpia yg sesungguhnya maupun lebih poly kita jumpai di Surabaya bukan di Jogjakarta seperti asumsi orang selama ini.

Inilah kenyataan bahasa. Dia luwes mengikuti perkembangan sosio-kultur di mana dia diadopsi dan dikembangkan. Toh, rasa-cita rasanya nir ada etnis Tionghoa yg menyatakan keberatan alasannya adalah pergeseran makna ini.

Selagi menulis ini, aku melihat-lihat KBBI cetakan ke-tiga. Tercantum istilah bakero yg telah aku kenal ketika masih senang membaca-baca komik Jepang. Artinya dalam KBBI sama persis memakai istilah Jepang aslinya, yaitu kurang pandai. Tidak paham aku bagaimana sejarahnya istilah ini mampu masuk dalam khazanah Bahasa Indonesia. Lalu, bagaimana memakai istilah bakau? Saya harap istilah ini nir mengalami pergeseran makna menurut nama tanaman pokok yg tumbuh di pantai menjadi istilah bernadakan ejekan yaitu..

Bakso Tulang Iga Lumajang Digandrungi Pemburu Kuliner

Bakso Tulang Iga
Bakso Tulang Iga Lumajang Digandrungi Pemburu Kuliner

Beberapa tahun belakangan, tren masakan memang sedang menjadi lahan basah buat para tangan kreatif. Banyak kuliner yg mempunyai inovasi baru menjadi daya penunjang buat mendongkrak popularitas. Tentu inovasi tersebut bertujuan agar masakan tradisional yg sudah lama pada Indonesia nir kalah bersama masakan-masakan baru. 

Apalagi, beberapa tahun ini masakan Indonesia sudah memasuki babak baru bersama berdatangannya masakan luar negeri. Sehingga langkah buat menciptakan inovasi baru dari tangan kreatif penggelut masakan wajib dilakukan. Namun dari pada itu, inovasi yg dilakukan oleh tangan-tangan kreatif nir menghilangkan karakteristik khas terhadap kuliner yg sudah menjadi bukti diri tersendiri pada Indonesia. 

Kita tahu bakso sudah timbul pada Indonesia sendiri sejak dahulu kala. Meski pencetus primer dari kuliner bakso artinya etnis Tionghoa-Indonesia. Makanan tersebut sudah menjadi ladang penghasilan bagi orang-orang Jawa misalnya Wonogiri, Malang, Solo, & beberapa kota lainnya. Bahkan, bakso sudah menjalar keseluruh tanah Indonesia. Hampir disetiap kota pada Indonesia ditemui kuliner tersebut. Tak heran banyak bakso yg diciptakan bersama keunikan yg bhineka disetiap kota.

Knda tentu jangan lupa bersama bakso kabut & bakso beranak yg digadang-gadang berasal dari kota Jember menjadi daya magis buat menarik konsumen. Alhasil, bakso tersebut menjadi firal pada jagat sosial media & beberapa media meliput inovasi bakso tersebut. Meski begitu, masih banyak beberapa bakso yg diciptakan agar menarik misalnya bakso bakar Malang, bakso urat, bakso mercon dll. Dari sekian banyak macam & jenis bakso baru yg hadir, sudah menggugah para penggelut atau penjual bakso wajib memutar otak agar menemukan tren baru dalam masakan bakso.

Berangkat dari sini pula, Agus Saiful Rizal 31 tahun menciptakan Bakso Tulang Iga. Meski kedai bakso Agus ini dikenal menjadi Bakso Mangkok. Mas Agus mempunyai beberapa hidangan andalan buat memanjakan pecinta bakso. Dengan beberapa variasi hidangan yg disediakan oleh kedai bakso mangkok mas Agus, Bakso Tulang Iga menjadi tren baru & digandrungi konsumen pada tanah Lumajang, Jawa Timur.

Tidak hanya konsumen kota sendiri, dari kabar Agus selaku pemilik bisnis masakan Bakso Mangkok. Konsumen sudah menjalar kebeberapa kota tetangga, mulai dari Jember, Probolinggo, & bahkan Surabaya. Konsumen ini tentu mempunyai alasan sendiri hingga mendatangi kedai bakso milik Agus tersebut.

Agus menyebutkan timbul beberapa hidangan pada kedainya diantaranya :

Bakso Mangkok Rp. 20.000
Bakso Tulang Iga Rp. 20.000
Bakso Urat Babat Rp. 10.000
Bakso Urat Rp. 8.000
Bakso Ekonomi Rp. 5.000

Bakso Tulang Iga menjadi hidangan andalan dari kedai mas Agus. Tampilan Bakso Tulang Iga sendiri sangat unik. Sebab, bakso super jumbo itu diselipkan bersama tulang iga menjadi daya magisnya. Menurut pemilik kedai, bakso dibentuk sedemikian rupa bertujuan buat menarik pelanggan atau konsumen. 

Tulang iga yg diselipkan bukan semenah-menah hanya pajangan biasa. Melainkan, tulang iga pula bisa dinikmati baik daging yg melekat pada tulang iga sendiri & sum-sum yg bisa diseduh oleh penikmat Bakso Tulang Iga. Tak heran inovasi yg diciptakan menciptakan bertanya-tanya konsumen yg melihatnya.

Dalam seni manajemen penjualan bakso milik Agus sangat gampang & bisa ditiru oleh siapa saja. Dia memanfaatkan sosial media facebook menjadi lahan promosi. Selain itu, dari segi harga dari pandangan Agus, sudah bisa mencangkup kesemua lini kelas ekonomi. Sehingga nir heran setiap hari kedainya selalu diramaikan oleh pengunjung. Tidak main-main, penghasilan setiap hari yg dihasilkan oleh Agus Saiful Rizal berkisar antara Rp. 500.000 - 1.000.000. Itu sudah termasuk penghasilan higienis, dari keterangannya dalam sesi wawancara minggu, 29 April 2018 pukul 13.00 WIB.

Dia pula menuturkan, pelanggan buat regional Lumajang bisa memesan secara online (akun resmi Facebook Bakso Agus) yg nantinya akan dikenakan porto pengiriman. 

Untuk kawasan dalam kota Lumajang porto pengiriman nir dikenakan sedangkan buat kawasan non kota Lumajang akan dikenakan porto sebanyak Rp. 5.000/3km. Untuk antar kota atau kabupaten pula mendapatkan pesanan online porto pengiriman tergantung lokasi & jeda tempuh tujuan kota. Pesanan akan diantar tertentu oleh pegawai kedai atau pula memanfaatkan kurir online yg timbul pada Lumajang.

Lokasi Bakso Mangkok milik Agus Saiful Rizal terletak pada Dusun Tanjungsari RT/RW 08/04, Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang & buka pada pukul 10.00-21.00 WIB. Kedai Agus pula mempunyai 6 karyawan yg ramah dalam melayani konsumen, sehingga Knda mutlak puas & nyaman dalam menikmati bakso yg Knda inginkan. Saat ini kedainya masih nir mempunyai cabang pada beberapa lokasi. Namum, nir menutup kemungkinan mas Agus akan berbagi usahanya bersama mendirikan cabang-cabang disetiap kecamatan yg timbul pada Lumajang atau mendirikan cabang pada beberapa kota yg bisa dijangkaunya.

Penulis

Rizki Subbeh

Lumajang, Jawa Timur
Minggu, 29 April 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

Bakso Solo di Manado, Enak Tenan!

Bakso Solo di Manado, Enak Tenan!
Bakso Solo di Manado, Enak Tenan!

[caption id="attachment_182788" align="aligncenter" width="600" caption="Bakso Solo, Cafe Pantai Boulevard, Manado"][/caption]

Mengapa Manado sebagai daerah kunjungan wisata populer di Indonesia setelah Bali? Karena Manado populer dengan B Lima-nya (B-5). Bahkan, orang bilang kalau belum hingga mendapatkan B-5 itu, kunjungan anda ke Manado belumlah lengkap. Rugi lho jauh-jauh datang ke Manado, hanya mampu menikmati B-2 saja atau B-3 saja.

Istilah B-5 bukan asing lagi bagi pendengaran para penggiat turisme, mirip agen travel, guide tour atau pemilik penginapan yang makin merebak dibangun di Manado. B-5 itu singkatan dari tempat-tempat wisata ini, Bunaken, Bukit Doa (maksudnya Bukit Kasih & Bukit Doa Mahawu), Bitung, Bubur Manado & Boulevard.

Mengapa Boulevard dimasukkan dalam singkatan B-lima? Apa daya tarik dari Boulevard bagi wisatawan? Boulevard adalah pusat keramaian kota Manado dengan mall-mall besar, sepeti Megamas, MTC, Mantos & Bahu Mall. Tak hanya itu, di sepanjang pantai reklamasi, banyak didirikan caf-caf & restaurant dengan view menghadap sunset bahari. Di sore hingga malam lokasi kuliner pinggir pantai ini makin rame dikunjungi rakyat.

[caption id="attachment_182789" align="aligncenter" width="600" caption="Menjadi Daya Tarik Wisatawan Yang Ke Manado"]

[/caption]

Suasana matahari terbenam atau sunset sebagai daya magnit alami bagi pengunjung buat duduk santai sembari memesan kuliner yang disukai. Salah satunya Caf Pantai Boulevard, Bakso Solo.

Hari Minggu yang lalu, selepas nobar Liga Champions di keliru satu Hotel di daerah Pantai Timur, Tuminting, Toms mengajak saya buat makan Bakso Solo, Caf Pantai Boulevard. Saya udah 3 kali ke sini, selalu kehabisan hidangan yang saya sukai kata Toms, pegawai partikelir yang berasal dari Jakarta & sudah 2 tahun bekerja di keliru satu perusahan pertambangan di Tomohon. Masak sih. Saya sendiri baru tahu kalau timbul Bakso Solo di sini, ujar saya sembari ikut penasaran dengan hidangan spesial itu.

Kami sempat menunggu warung itu dibuka. Untung di dekat tempat bakso itu timbul mall besar sebagai akibatnya meski menunggu satu jam lebih kami tidak merasa bosan. Katanya sih jam lima sore, warung bakso itu baru buka terperinci Toms setelah saya tanya jam berapa dibuka.

Sebenarnya tujuan kami tidak hanya makan bakso akan tetapi kami punya rencana lain, yaitu memotret sunset yang kebetulan langit ketika itu terbuka tidak banyak awan. Itulah mengapa kami menunda makan siang kami, hanya buat 2 tujuan itu. Tak lama, timbul satu teman kami yang ikut bergabung buat menikmati kuliner satu ini.

[caption id="attachment_182790" align="aligncenter" width="600" caption="Menu Spesial, Mie Bakso Rusuk"]

[/caption]

Mie Bakso Tenes, satu. Mie Bakso Rusuk 2. Pesan pangsit, tetelan, masing-masing satu porsi. Minumnya, teh, Aqua, Es Jeruk kata Toms teman saya ketika order dalam cowok yang mendekati kami setelah duduk. Ada semua kan? tanya Toms kepada cowok tadi. Yang ditanya menggangguk ramah.

Kurang dari lima belas menit, pesanan kami sudah tiba dengan komplit. Ketika satu mangkok bakso rusuk lengkap disodorkan di depan Toms, ia sedikit terperangah. Waduh aneka macam. Apa habis ya? teriak kecilnya hingga tamu yang lain menoleh ke arah kami. Memang tampak penuh, penampilan hidangan spesial yang kami pesan itu. Sebelum dilahap, sempat saya foto & saya perhatikan sejenak. Tulang rusuk & daging sapinya selain bikin kemecer juga memproduksi semangkok bakso itu ba-rasa penuh. Apalagi dicampur dengan 4 bakso, mie, tahu & pangsit goreng.

Sebelum saya santap, 3 irisan jeruk yang teresdia di meja saya peraskan di atasnya. Tak hanya itu, sedikit kecap & tak terlupakan rica pedasnya saya campur. Karena tidak begitu suka saos maka tidak saya campurkan saos botol itu. Oh ya, setetes cuka saya tambahkan. Nikmatnya makin terasa ketika lagu-lagu Manado disetel buat mengiringi ketika makan kami.

[caption id="attachment_182791" align="aligncenter" width="600" caption="Rica, Irisan Jeruk, Kecap, Pangsit, makin tambah uenakkk"]

[/caption]

Menyantap bakso rusuk di pinggir pantai, memang cita rasanya hanya yummy & sadap. Semakin nendang sensasinya ketika badan mulai deras ba-suar (berkeringat) sembari menikmati pedasnya & empuknya daging rusuk sapi. Jangan heran kalau di ketika menyantap, tisu di meja sebagai target buat mengusap keringat yang menetes. Lucunya, apa yang saya alami juga terjadi dalam Toms & temannya. Bakso semangkok, tisu segulung sudah, celetuk saya dalam mereka.

Dari dorang (mereka) saya mendapat warta bahwa istri pemilik Bakso Solo ini ternyata orang Solo. Dan yang di pantai ini, adalah cabang dari Bakso Solo di Jalan Sam Ratulangi. 30 kg daging sapi kami habiskan setiap hari buat yang di pantai ini. Secara khusus, kami menunjuk daging tulang rusuknya jawab cewek yang membersihkan meja kami setelah tuntas makan mie bakso rusuk.

Terus terang meski saya acapkali ke Manado, baru kali ini makan Bakso Solo di tepi pantai. Kami baru buka empat bulan yang lalu, lanjut cewek tadi. Pantas saja, saya baru dengar timbul Bakso Solo di Manado, batin saya.

[caption id="attachment_182793" align="aligncenter" width="600" caption="Angkringan Bakso, Lengkap dengan Isinya"]

[/caption]

Sehari bisa habis berapa porsi mangkok bakso? tanya saya sembari membayar pesanan kami tadi. Rata-homogen ya sekitar 600 mangkok, & bisa lebih kata cowok yang sedang meracik pesanan tamu lain. Berdasarkan warta itu, kemudian saya coba menghitung sembari melihat nota pembayaran yang saya terima. Saya perkirakan homogen-homogen setiap orang mengambil uang dari kantongnya sekitar Rp. 25.000,- Jadi, buat 600 porsi, warung kuliner Bakso Solo bisa meraup uang sebesar 15 juta per hari. Buka jam 16.30 hingga jam 23.00 malam. Saya lihat jumlah karyawannya timbul 6 orang.

Akankah Bakso Solo di Manado ramai dikunjungi oleh banyak orang? Entahlah, meski baru 4 bulan berjalan, nyatanya banyak yang datang berkuliner di sini. Saya membayangkan tak hanya rakyat setempat, akan tetapi wisatawan yang datang ke Manado alangkah baiknya juga mencobaB (Bakso) yang ke-6 ini. Menurut saya, ditanggung puas deh makan bakso di situ.

Selain itu, hadirnya Bakso Solo juga menambah keanekaragaman kuliner Manado & sebagai alternatif kuliner bagi wisatawan yang datang. Saya dengar di akhir bulan Mei, Manado sebagai tuan rumah Pekan Informasi Nasional (PIN), 23-27 Mei 2012, dengan tema Torang Samua Basaudara.

[caption id="attachment_182794" align="aligncenter" width="600" caption="Melihat saja, Udah Rasa Kenyang.."]

[/caption]

Tulisan ini saya tulis dalam rangka WPC 5. Lebih lengkapnya perihal Weekly Photo Chalenge (WPC) silahkan klik di sini.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Bakso Mengandung Daging Babi Malah Lebih Mahal

Bakso Mengandung Daging Babi Malah Lebih Mahal
Bakso Mengandung Daging Babi Malah Lebih Mahal

JAKARTA, KOMPAS.com  Bakso yg dinyatakan mengandung daging babi ternyata harganya lebih mahal dibanding bakso yg murni menggunakan daging sapi. Hal ini terbukti dengan harga merek Planetaria 56 lebih mahal dibanding merek-merek bakso lainnya.

"Bakso Planetaria 56 ini kan ukurannya mahal, satu kantong isi 50, dijualnya Rp 58.000. Kalau bakso lain, enggak sampai segitu harganya," ungkap Acung (40), penjual bakso eceran di Pasar Tomang Barat, Jumat (14/12/2012).

Acung berkata, selain menjual bakso Planetaria 56, dia jua menjual bakso dengan merek Monalisa serta Kebon Jeruk. Untuk bakso Monalisa dia jual dengan harga Rp 85.000 per 100 buah bakso. Bika diecer, dia menjual dengan harga Rp 900 per buah.

Untuk merek Kebon Jeruk, ungkap Acung, dia menjual seharga Rp 35.000 per kantong dengan isi 50 buah. Bika diecer, dia menjual dengan harga Rp 800 per buah. Harga kedua merek tersebut di bawah harga bakso yg mengandung daging babi.

"Bakso merek Planetaria 56 memang lebih mahal. Makanya kami ambilnya cuma empat kemasan per hari. Yang beli jua konsumen kelas menengah alasannya sporadis yg beli, mahal," ungkap Acung.

Sampai saat ini, ungkap Acung, bakso yg lebih laris masih bakso yg bermerek Monalisa serta Kebon Jeruk. Selain lebih murah, merek tersebut jua sudah lebih usang beredar di pasaran. "Kalau Planetaria 56 kan baru kami jual dua sampai 3 bulan kemudian. Salesnya tiba serta stok barang saja ke kami, jadi kami jual," ungkap Acung.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan impak inspeksi laboratorium Sudin Peternakan serta Perikanan Jakarta Barat, bakso dengan merek Planetaria 56 positif mengandung daging babi. Bakso berdasarkan PD Usaha Food, Tangerang, Banten, ini jua akan ditelusuri tempat pembuatan serta pengemasannya buat mencegah penyebaran bakso berbahan dasar daging babi.

Berita terkait, baca :

HEBOH BAKSO DAGING BABI

Bakso Leo Solo Kelapa Gading

Bakso Leo Solo Kelapa Gading
Bakso Leo Solo Kelapa Gading

KOMPAS.com Bakso sudah sebagai masakan favorit aku berdasarkan kecil. Tidak pernah bosan buat menyantap masakan enak satu ini. Mmm... makan bakso sepertinya sudah mendarah daging  he-he..., iya lantaran sewaktu aku kecil timbul penjual bakso yang enak sekali di dekat rumah, hampir setiap hari aku beli baksonya. Bahkan tak sporadis pula makan dua mangkuk pada sehari. Sekarang, sehabis aku pindah ke Jakarta cita rasanya susah sekali menemukan bakso yang enak.

Sampai akhirnya, tante aku yang tinggal di Kelapa Gading mengajak aku buat  nyobain bakso Leo ini. Bakso Leo berada di Jl. Sumangun III P2/4 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pastinya, arah berdasarkan Boulevard ke arah perempatan yang bila lurus ke Rawamangun. Patokannya timbul jalan sehabis Bank BCA, terus saja... nanti timbul goresan pena Bakso Leo Solo. Tempatnya memang tidak terlalu besar, tapi cukup bersih & yang niscaya ramai sekali. Hampir semua meja penuh, & area depannya pun penuh beserta mobil-mobil.

Begitu masuk, wahh... aroma sedap kuahnya langsung tercium ... pada benak aku berharap semoga bakso Leo ini mantap cita rasanya. Setelah duduk di kursi panjang, pelayannya mendatangi kami buat menanyakan pesanan. Saya pesan bakso plus soun, o iya baksonya yang halus saja lantaran aku tidak suka bakso urat. Kalau tante aku pesan yang bakso komplet yang timbul bakso uratnya. Disini pula timbul es kelapa muda, es campur & aneka juice.

Jumat, 27 Oktober 2017

Bakso Kreess, Rahasia Bakso Lahar

Bakso Kreess, Rahasia Bakso Lahar
Bakso Kreess, Rahasia Bakso Lahar

Ingin Bakso Kress ? gampang saja bila menggunakan bahak kimiawi. Namun, bagi mereka yang ingin baksonya serba alami maka wajib memutar otak buat menciptakan kress & kekenyalan dalam bakso.

Untuk mendapatkan bakso yang kress & kenyal asal bahan alami, maka kita wajib memahami karakter asal setiap bahan bahan yang dicampurkan dalam pembuatan bakso.

Penulis mencoba mengabadikan dialog bersama penghasil bakso lahar di kampung Nanggela Rt 03/01 Desa Sukmajaya Kec Tajurhalang Kab Bogor. Sang penghasil bakso lahar ini menyebarkan banyak misteri agar bakso kress & kenyal.

Jangan remehkan daging.. Daging yang banyak lemaknya akan membentuk bakso lembek. Untuk itu pilihlah daging tanpa lemak, yang masih segar & berwarna kemerahan.

Pilih daging bagian punggung, paha, panggul & betis. Ingatlah setiap bagian daging  akan berefek tidak selaras dalam kekenyalan & kressnya bakso.

Formula dosis daging & tepung tapioka pula mempengaruhi kekenyalan bakso. Bila dosis tepung tapioka terlalu banyak maka kressnya bakso akan tidak didapatkan.

Jangan remehkan peran Garam. Gunakan garam yang berbentuk bata. Bila bakso kekurangan garam maka teksturnya akan lembek & lapisan bagian atas nya tidak "klimis".

Bila menggunakan bakso yang biasa dipakai buat makan maka kekenyalannya berkurang. Begitu ungkap penghasil bakso lahar saat bercerita tentang peran garam dalam pembuatan bakso.

Ada bahan adonan tepung agar bakso lebih kress & kenyal. Biasanya di penggilingan bakso timbul tepung bakso yang terbuat asal rumput laut. Peran tempung ini menjadi emulsifier, agar seluruh bahan bakso tercampur & merekat secara paripurna.

Ada yang menambahkan tepung roti agar bakso lebih kress & kenyal

Kekurangan es batu pun akan membentuk bakso menjadi lembek. Karena peran es batu dalam pembuatan bakso menjadi emulsifier semua bahan bahan bakso. Bila jeda antara tempat penggilingan bakso & rumah terlalu jauh, pakai es batu buat menjaga kesejukan bahan bahan bakso.

Perhatikan pula bumbu bumbu yang ditambahkan ke bakso. Kadang bumbu bakso "melemahkan" kekressan & kekenyalan bakso. Perhatikan karakter setiap bumbu yang akan dicampurkan.

Cara memasak adonan bakso akan mempengaruhi kekressan & kekenyalan bakso. Cara merebus akan menambah kekenyalan bakso. Sedangkan pengukusan akan melemahkan kress bakso.

Cukup menarik pula dialog bersama penghasil bakso lahar. Tak disangka, singgahan tak terduga menyampaikan banyak pengetahuan tentang Bakso.

Kamis, 26 Oktober 2017

Bakso daging babi berlabel Halal MUI beredar di Jakarta Barat

Bakso daging babi berlabel Halal MUI beredar di Jakarta Barat
Bakso daging babi berlabel Halal MUI tersebar pada Jakarta Barat

Sidak yg dilakukan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, petugas mendapati bakso campuran daging babi berlabel halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) merek Planetaria 56. Temuan tadi didapati asal tiga pedagang pada dua pasar pada Jakarta Barat.

BERITA TERKAIT
MUI imbau paslon jauhi kampanye hitam, rekaan dan politik uang pada Pilkada
40 Masjid pada Jakarta diduga disusupi radikalisme, MUI minta selektif pilih penceramah
Kata MUI soal agenda mogok massal pilot Garuda Indonesia ketika trend mudik Lebaran

Menurut penuturan Acung (40), pedagang yg kedapatan menjual bakso yg pada kemasannya tertulis diproduksi sang PT Usaha Food, Tangerang, Banten. Dia tak mengetahui andai istilah bakso yg sebungkus berisi 50 butir ini mengandung daging babi.

"Saya enggak memahami bila bakso ini timbul daging babinya. Soalnya pada atasnya kan timbul logo halal MUI-nya," ujar beliau pada Jakarta Barat, Jumat (14/12).

Pedagang yg sudah sepuluh tahun berdagang pada Pasar Tomang Barat mengaku sudah tiga bulan menjual bakso merek Planetaria 56. "Awalnya, bakso ini ditawarin sama sales. Abis itu timbul sales yg nganterin ke sini. Sehari paling yg laku empat bungkus," ujar pedagang yg menempati kios pada lantai dua pasar Tomang Barat.

Meski timbul unsur daging babi, Acung mengaku bakso merek Planetaria termasuk mahal. Untuk bakso kemasan isi 50, dijual seharga Rp 58 ribu. Berbeda bersama bakso yg murni berbahan daging sapi. Merek Kebon Jeruk bersama isi 50 butir dijual bersama harga Rp 35 ribu. Sedangkan merek Monalisa bersama isi 100 dijual bersama harga Rp 85 ribu.

Pedagang yg sehari-hari dibantu seorang pegawai ini berkata bila toko agen sales bakso Planetaria 56 berada pada daerah Jelambar. "Agennya pada Jalan Fajar, Jelambar, dekat rumah murung Jelambar," imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Jakarta Barat Moris Parlindungan Sihombing berkata, perkara ini masuk ke dalam UU Penipuan Konsumen. "Dari pedagang, bakso Planetaria 56 diambil asal Jelambar yg disuplai eksklusif asal Tangerang," imbuhnya. [ded]

Bakso daging babi beredar kepada tiga kecamatan Jaksel

Bakso daging babi
Bakso daging babi tersebar dalam 3 kecamatan Jaksel

Penyelidikan Suku Dinas Peternakan serta Perikanan Jakarta Selatan mendapati pedagang bakso dalam 3 kecamatan Jakarta Selatan positif memakai daging babi. Ketiga kecamatan tadi yaitu, Cilandak, Kebayoran Baru serta Kebayoran Lama.

BERITA TERKAIT
Alasan kesehatan yg mendasari kenapa kau tidak boleh makan babi
Kebutuhan daging babi warga Sukabumi capai 250 Kg per hari
Tolak jual daging babi, pasar pasar swalayan dalam Prancis diancam ditutup

Para pedagang biasa membeli daging babi menurut kawasan penggilingan daging dalam Jalan Damai Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemarin petugas menggerebek kawasan itu, sebanyak 50 kilogram daging babi ditemukan.

"Jadi begini, dalam dikala kita mengambil sample 10 kecamatan yg ada dalam Jakarta Selatan serta kita ambil 46 sampel pedagang bakso, itu ada lima pedagang yg positif memakai daging babi serta itu adalah jalur-jalur yg menggiling dalam Pasar Cipete yg kita gerebek," terang Kasudin Peternakan serta Perikanan Jaksel Agung Priambodo dikala ditemui dalam kantornya Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).

Agung mengatakan, tetapi demikian para pedagang tadi tidak dikenai hukuman. Pedagang bakso itu celoteh Agung, hanya diberikan pelatihan. "Itu kita hanya berikan pelatihan, tidak ada hukuman," celoteh Agung.

Seperti diberitakan kemarin, sebuah pengilingan bakso dalam Jalan Damai, Pasar Cipete Jakarta Selatan dalam gerebek oleh petugas adonan menurut Polda Metro Jaya serta juga Sudin Peternakan serta Perikanan Jakarta Selatan. Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita 50 Kg daging babi serta juga 15 Kg daging sapi yg sudah dicampur dengan daging babi.

Enam orang diamankan yaitu pemilik penggilingan Eka Prasetia, karyawan penggilingan yaitu Arif, Rudi serta Ega. Sedangkan pedagang bakso yg ditangkap Basirun serta Samino Hartono. [did]

Rabu, 25 Oktober 2017

Bakso Buaya Beranak Ini Bentuknya Memang Ngeri, Tapi Rasanya Begitu Nikmat!

Bakso Buaya Beranak
Bakso Buaya Beranak Ini Bentuknya Memang Ngeri, Tapi Rasanya Begitu Nikmat!

Bakso kini mengalami evolusi yang betul-betul luar biasa. Penetrasi media sosial mau tidak mau membuat pedagang bakso berinovasi bersama bentuk bakso yang cepat viral. Sudah terdapat kan bakso klenger berasal Jogja yang bentuknya akbar banget. Ada pula bakso beranak berasal Banyuwangi yang unik dan lucu bentuknya. Mungkin kamu tahu bakso nyeleh lainnya yang punya bentuk anti mainstream?

Kini muncul lagi bakso yang tak kalah unik berasal bakso-bakso lain. Namanya bakso buaya beranak di Cirebon. What? Namanya unik banget ya. Selain namanya unik, bentuknya pun tak kalah nyentrik. Mirip anak buaya beneran. Nggak percaya? Yuk simak sama-sama aja ya

Bakso Buaya Beranak merupakan bakso hits di Cirebon. Bakso ini merupakan galat satu varian di Bakso Joko Kendil, Cirebon. Jangan takut ya sama buaya beranak di sini

Bakso buaya beranak ini merupakan bakso yang unik. Bukan sebab menggunakan bahan dasar daging buaya, tenang baksonya tetap daging sapi kok. Bakso ini unik sebab bentuknya jadi seperti buaya. Nggak serem sih, malah lucu jadinya. Kalau kamu belah bakso buaya ini, akan terdapat beberapa telur ayam di dalamnya. Itulah kenapa namanya disebut bakso buaya beranak. Karena di perut bakso buaya ini terdapat telurnya pula. Hehehe.

Emang apa sih keunggulan bakso buaya beranak ini? Keunggulan bakso ini merupakan ukuran bakso buaya yang tergolong akbar. Sampai nyaris 1 kg lho beratnya

Bakso buaya beranak ini berukuran jumbo bersama adonan daging yang padat. Bahkan beratnya dapat hampir mencapai 1 kilogram. Tak heran bila seporsi bakso ini dapat dinikmati rame-rame oleh 3-4 orang. Yakin deh kamu bakal klenger kekenyangan bila makan bakso yang satu ini. Selain itu terdapat mie, sawi, bakso kecil, daging cincang, suwiran daging rendang, telur puyuh, sosis, dan udang. Wah nikmat banget sih kayanya. Buat kamu yang penasaran, mesti coba deh ke bakso Joko Kendil Cirebon. Pesan aja buaya beranak. Hihihi

Untuk harganya pun relatif terjangkau, cukup 45 ribu saja untuk dapat menikmati bakso selezat ini. Kapan kamu ke bakso Joko Kendil Cirebon nih?

Selain bakso buaya beranak, Nasikin, pemilik bakso Joko Kendil ini pula menjual bakso beranak. Untuk harganya sendiri, bakso beranak dibanderol seharga Rp 30.000,- ad interim bakso buaya beranak harganya Rp 45.000,- Cukup murah kan untuk porsi makan rame-rame.

Isi berasal bakso dalam bakso beranak terdapat 10 butir bakso kecil dan 2 telur puyuh serta daging cincang rendang dan daging irisan rendang. Sedangkan, untuk bakso buaya isinya sama namun jumlah bakso kecil dan telurnya saja yang di tambahin beberapa butir, ungkap Nasikin, pemilik bakso Joko Kendil.

Buat kamu yang pengen ke Cirebon, jangan lupa mampir bakso Joko Kendil. Nikmati bakso buaya beranak yang bakal bikin kamu klenger kekenyangan

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Kuliner Unik Datang Lagi. Bakso Hamil dan Bakso Beranak Lagi Heboh di Banyuwangi!
Ngaku Pecinta Bakso? Nggak Sah Kalau Belum Mampir ke Bakso Klenger Jogja!
Indonesia Adalah Negara Agraris yang Terancam. Profesi Petani Diperkirakan Akan Punah 50 Tahun Lagi
Bagi Anda Penikmat Bakso, Berikut Cara Mudah dan Praktis Membuat Bumbu Kuah Bakso Solo di Rumah Anda
Bakso Atau Oskab Malang Ini Bikin Lapar Perut dan Mata. Wajib Coba!

Selasa, 24 Oktober 2017

Bakso Babi & Bahasa Penilaian

Bakso Babi & Bahasa Penilaian
Bakso Babi & Bahasa Penilaian

[caption id="attachment_221653" align="aligncenter" width="446" caption="Kutipan page yang akan terjadi pencarian google menggunakan ungkap kunci "awas bakso daging babi", diakses 14/12/12 pukul 06.15 WIB."][/caption] Masalah beredarnya produk daging olahan bakso yang dioplos menggunakan daging babi seolah-olah menghembuskan penilaian kurang baik terhadap babi, daging babi atau orang yang mengonsumsi daging babi. Padahal, ihwal sebenarnya dari persoalan "Daging Bakso Oplosan" ini nir bertujuan ke sana. Tadi malam dalam sebuah acara kumpul kalem saya bareng beberapa teman sempat membincangkan ramainya pemberitaan media yang memasang judul senada "Awas! Bakso Dioplos Daging Babi". Sekilas judul-judul yang digunakan banyak stasiun televisi & page koran itu (redaksinya variatif) nir bermasalah, namun dari segi bahasa, ada kesamaan judul-judul tersebut mendiskreditkan mereka yang mengonsumsi daging babi. Munculnya ungkap "Awas!" lengkap menggunakan menerangkan pentung mengisyaratkan peringatan, seruan menghindari, & waspada terhadap bahaya. Tentu saja yang dimaksud merupakan karena bakso dioplos menggunakan daging babi (celeng). Bagi pemirsa muslim atau Buddha pemakan non-daging ini nir persoalan. Tapi bagi warga Kristen, Katolik, Hindu & beragama lainnya, sanggup saja ada kesamaan generalisasi yang dilakukan media. Mereka yang nir mempunyai persoalan menggunakan daging babi tentu nir ingin ditujukan menggunakan ungkap "awas!" yang isyarat maknanya kental menggunakan "bahaya" atau "jelek". Apakah daging babi itu jelek? << Pertanyaan pertama. Munculnya judul-judul redaksi info menggunakan ungkap seruan bahaya seperti itu seakan-akan kurang mempertimbangkan kemajemukan warga kita, yang dalam kenyataannya, sangat mendapatkan disparitas. Apakah info "bakso oplosan" ini ditujukan hanya buat pemirsa Muslim? << Pertanyaan kedua. Nah, buat pertanyaan ini kiranya sanggup pribadi dijawab. Tidak. Tapi menggunakan penulisan judul info yang masif menggunakan nyaris senada itu, apakah nir ada kesan mengenyampingkan gerombolan warga konsumen daging babi? << Pertanyaan ketiga. Dalam gambar gambaran yang saya rekam di atas, hampir semua baris yang akan terjadi pencarian Google buat frasa "awas bakso daging babi" memunculkan info dari page ternama di banyak tempat. Hasil yang sama keluar buat ungkap kunci "awas bakso babi" & "awas bakso". Hasil variatif baru timbul dalam ungkap kunci "bakso daging babi". Masifnya pemberitaan ihwal bakso daging oplosan dalam kenyataannya memengaruhi nir hanya penilaian warga jakarta khususnya Cipete terhadap bakso dagangan, akan tetapi daging babi itu sendiri. Konten info terkait bakso oplosan daging babi ini nir berimbang karena sporadis sekali mengisyaratkan tujuan atau pangsa pemirsa. Padahal, info daging oplosan babi sarat distrosi pandangan agamis atau gerombolan spiritual tertenti yang diterima keberadaannya di Indonesia secara konstitusional & sosial. Media dalam hal ini keliru dikarenakan telah hiperbola menyantumkan ungkap-ungkap peringatan yang seolah-olah menggiring opini publik bahwa daging babi itu jelek. Semalam dalam program Suara Anda Metro TV seseorang penelepon dari Depok mengomentari info menggunakan judul yang senada menggunakan beberapa tertulis di atas. Si penelepon menyatakan kekhawatirannya atas beredarnya bakso oplosan daging babi. Kemudian beliau mengungkapkan jati dirinya yang mengaku haram mengonsumsi babi, & mengaku semestinya nir ada bakso oplosan daging babi yang dijual. Menyadari mungkin penelepon tersebut keliru menyampaikan pandangan, pembawa acara Fessy Alwi lekas menyela menggunakan berkata, "Tapi ini dalam dasarnya dalam persoalan penipuannya, Bu. Bukan daging babinya." (pertanyaan 1 terjawab). Kecermatan Fessy Alwi buat merespon opini publik yang kadung terbentuk oleh stasiun televisi tempatnya tampil nisbi melegakan. Paling nir, terdapat media yang menyadarkan bahwa info-info terkait SARA seperti ini sangat berpotensi distorsi penilaian sosial & konteks keberagaman sanggup terganggu. Bahasa Penilaian Ada bahasa-bahasa yang jikalau dipergunakan akan pribadi memproduksi opini publik ke arah negatif. Sebaliknya tentu saja ada maupun yang pribadi menunjuk positif. Fenomena tua yang dalam ungkap analis bahasa Samsudin Berlian diklaim "nasib ungkap" menilai beberapa ungkap yang nasibnya terbentuk jelek dalam waktu yang lama hanya karena media terlalu tidak sporadis mengulangnya. Ingat ungkap-ungkap & frasa-frasa berikut? PSSI & KPSI, seronok, Mafia, makelar, celeng, babi, oplosan, gerombolan, nikah siri. Kata-ungkap di atas punya makna positif & netral, tetapi dalam pemahaman sosial kekinian lebih cenderung dimaknai menggunakan situasi atau kondisi yang negatif. Kata mafia selama satu abad terakhir dikerdilkan maknanya menjadi serikat yang merencanakan & melakukan pencapaian laba menggunakan kejahatan. Pemaknaan sama kemudian disadur ke dalam banyak kamus, termasuk KBBI. Padahal, mafia dalam pengertian awalnya dari Cambridge Advanced Learner's Dictionary merupakan sekelompok orang yang terlibat dalam aktivitas yang sama & saling menguntungkan. Perjalanan sejarah mengganti paras ungkap mafia menjadi penjahatkarena memang dalam kenyataannya banyak kejahatan akbar terungkap didalangi oleh sekelompok orang. Nasib sama terjadi buat ungkap makelar & nikah siri. Seronok lebih "sial" lagi karena kadung diartiken jelek (vulgar, nir etis, terbuka, dsb.) & melenceng dari arti aslinya yang menarik, elok. Lantas, apakah PSSI & KPSI akan berpotensi dimaknai sebagai perseturuan 2 mafia? Kasus daging oplosan & bakso daging babi sejatinya nir berpotensi pengerdilan sudut penilaian bahasa kalau media nir latah menjadi berapi-barah dalam menebak anggapan publik. Hingga ketika ini tentu masih banyak orang muslim & nonmuslim yang berpikiran jernih bahwa meskipun bakso dioplos daging babi, kalau diperdagangkan secara terbuka & jujur mutlak nir menjadi persoalan. Bukan bakso daging babinya yang bermasalah, melainkan penipuannya. Fessy Alwi sudah bekerja menggunakan baik dalam hal ini, stasiun TV lain atau page-page info lain wajib berpikiran sama. Bahasa penilaian tidak sporadis kali penuh makar. Kejernihan pikiran diperlukan jikalau kita nir mau terjebak dalam penggiringan opini yang luput menilai secara berimbang.

Bakso & asinan kepada Pasar Rakyat Koja mengandung formalin

Bakso & asinan kepada Pasar Rakyat Koja mengandung formalin
Bakso dan asinan di Pasar Rakyat Koja mengandung formalin

Petugas dari Balai Besar badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, menemukan zat berbahaya pada bakso dan asinan yang dijual di acara Pasar Rakyat Gelanggang Olahraga Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

BERITA TERKAIT
Makanan yang tidak boleh dimakan para atlet
Sidak, petugas temukan takjil mengandung formalin di Kediri
Sidak di Pasar Senen & swalayan, ditemukan makanan mengandung Rhodamin B & boraks

"Iya ada makanan yang mengandung zat berbahaya ditemukan petugas kami di Pasar Rakyat, yakni bakso dan asinan yang dijual oleh salah satu peserta acara tadi," Kata Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara, Richard Bangun saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Richard menjelaskan kedua makanan tadi, setelah dilakukan penelitian terbukti positif mengandung formalin yang biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat.

"Terkait hal itu, pihak kami akan melakukan investigasi dan melayangkan surat teguran kepada peserta yang bersangkutan supaya tidak berjualan di tempat itu lagi, serta berencana akan melaksanakan sidak terhadap produsen makanan itu," jelasnya.

Lanjut Richard, hasil pemeriksaan makanan sekaligus barang bukti berupa bakso dan asinan yang positif formalin tadi akan diserahkan ke pihaknya. Setelah itu, melakukan sidak ke produsen langsung dengan mengajak Sudinkes, Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Satpol PP dan Perekonomian.

Sementara itu, Tuti (48) salah seorang peserta acara Pasar Rakyat ini mengungkapkan tidak tahu menahu jika makanan yang dijualnya ini mengandung formalin.

"Saya sama sekali nggak tahu kalau makanan aku mengandung zat berbahaya. Saya tahunya ketika dipanggil petugas BPOM. Mereka nanya aku beli bahan makanan ini di mana, soalnya ada formalinnya. Saya denger gitu kaget. Saya nggak tahu ada formalinnya," paparnya.

Tuti mengungkapkan bakso dan asinan dibelinya di Pasar Pelita, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan harga Rp 100 ribu per kantong. Saat membeli, dirinya melihat ada logo halal pada kemasan dari Depkes RI dan LP POM MUI, sehingga tidak menaruh curiga akan zat berbahaya.

"Tahu ada formalinnya ini mah aku rugi dan nggak enak sama konsumen-konsumen aku. Tapi untungnya sih tadi kata petugas, aku boleh jualan lagi, asal jangan menjual bakso dan asinan ini lagi," tutupnya. [ren]

Senin, 23 Oktober 2017

Bagi Enda Penikmat Bakso, Berikut Cara Mudah & Praktis Membuat Bumbu Kuah Bakso Solo dalam Rumah Enda

Bagi Enda Penikmat Bakso, Berikut Cara Mudah & Praktis Membuat Bumbu Kuah Bakso Solo dalam Rumah Enda
Bagi Anda Penikmat Bakso, Berikut Cara Mudah serta Mraktis Membuat Bumbu Kuah Bakso Solo di Rumah Anda

Hari ini kami ingin mencoba menyampaikan sebuah resep kuah bakso Solo kepada anda sekalian, barang kali saja timbul diantara anda seklian ini yang memiliki niatan untuk menghasilkan bakso solo di rumah. Namun anda belum mengetahui bumbu kuah bakso Solo yang dipakai serta bagaimana cara menghasilkan bakso Solo tersebut.

Maka berasal itu kami ingin coba membantu anda beserta menyampaikan resep kuah bakso Solo kepada anda, supaya anda dapat mengetahui apa saja bumbu kuah bakso solo serta bagaimana cara menghasilkan kuah bakso Solo tersebut. Karena sajian bakso tentunya memiliki rasa yang penting berasal kuahnya, waktu kuah bakso yang didapatkan itu lezat, maka pastinya sajian bakso tersebut akan memiliki rasa yang lezat pula.

Untuk anda yang sekiranya memang ingin menghasilkan sajian bakso Solo dirumah, maka nir timbul salahnya andai istilah anda mencoba untuk melihat terlebih dulu resep kuah bakso Solo yang kepada kesempatan hari ini akan kami hidangkan kepada anda. Siapa tahu saja berasal resep kuah bakso yang akan aku hidangkan hari ini dapat membantu anda seluruh..

Bagi anda yang memang betul-betul ingin mengetahui secara lengkap bagaimana cara menghasilkan kuah bakso Solo tersebut, maka kita mampu eksklusif saja melihat resep kuah bakso solo tersebut secara lengkap ini dia.

Bumbu Kuah Bakso Solo Asli

7,lima liter air
100 gr bawang putih
2 batang daun bawang
1 gr merica
1 siung jahe, memarkan
Garam secukupnya
Tulang iga sapi secukupnya
Bawang goreng
Daun seledri, diiris secukupnya
Penyedap rasa sapi secukupnya

Cara Membuat Kuah Bakso Solo Asli

1. Rebus air hingga air mendidih dengan api berukuran sedang saja.
2. Tumis bawang putih yang digeprek terlebih dulu hingga menghasilkan aroma yang harum.
3. Masukan bawang putih yang telah ditumis ke dalam rebusan air.
4. Tambahkan daun bawang merah, merica, garam, jahe, serta tulang iga sapi serta masak hingga tulang iga sapi tersebut menjadi empuk.
lima. Tambahkan penyedap rasa kedalam rebusan, mixer sementara waktu serta masak hingga rebusan tersebut mengeluarkan kaldu.
6. Dan kuah bakso Solo telah siap utk disajikan.

Demikian itu untuk cara menghasilkan bumbu kuah bakso Solo yang sekiranya dapat kami hidangkan kepada anda kepada kesempatan hari ini, praktis-mudahan saja berasal resep kuah bakso Solo yang baru saja kami hidangkan di atas tadi dapat membantu anda sekalian. Terutama untuk anda yang memang ingin belajar menghasilkan kuah bakso Solo di rumah, akan tetapi anda masih belum mengetahui cara mengolahnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat serta Menghibur Lainnya

Resep Bakso Super Uenak
Yuk Kreasikan Sendiri 4 Resep Membuat Bakso Ala Rumahan. Cocok Buat Stok Saat Ramadan
Hangatkan Lebaranmu Dengan Menu Andalan Fitri Bakso Tomyam
Kuliner Unik di Jogja, Bakso beserta Kuah Air Kelapa Muda. Bikin Penasaran Sama Rasanya Nih!
Tips Membuat Taman Minimalis Agar Anda Nyaman Berada di Rumah

Minggu, 22 Oktober 2017

7 Cara memproduksi bakso sendiri yg mudah, yummy, serta sederhana

7 Cara memproduksi
7 Cara membentuk bakso sendiri yg gampang, lezat, dan sederhana

Makanan Indonesia yg tidak kalah populer dengan makanan luar negeri merupakan bakso. Bulatan-bulatan daging yg biasa disebut pentol ini memiliki poly penggemar hingga mancanegara.

BERITA TERKAIT
5 Tokoh dengan pernikahan paling kontroversial, beda umur hingga puluhan tahun
Surtsey, keliru satu pulau termuda di mayapada yg terlarang untuk didatangi insan
5 Pesepakbola muda dan ganteng yg jadi idola di lapangan hijau saat ini

Mencontoh pada KBBI, bakso merupakan makanan yg terbuat dari daging sapi, udang, ikan yg dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat.

Di Indonesia sendiri poly macam bakso, ada yg terbuat dari daging sapi, ayam, ikan, dan masih poly lagi. Bahkan kini bakso tidak lagi hanya bulatan daging tetapi sanggup diisi dengan macam-macam. Bisa diisi telur puyuh, telur ayam, cabai, sambal, sosis, hingga keju.

bakso shutterstock.com

Tidak hanya isinya saja, bahkan cara penyajian bakso pun beraneka ragam, ada yg dengan kuah seperti biasa, ada yg dibakar, ada jua yg dipenyet dengan sambal.

Selain isi dan cara penyajian, bentuk dan ukuran bakso sangat bervariasi. Tidak hanya bulatan, poly penjual bakso yg kemudian berinovasi ada yg kotak, berbentuk hati, hingga barbel. Memang deh, rakyat Indonesia terlalu kreatif. Bakso bahkan sebagai makanan favorit mantan presiden Amerika, Barack Obama saat mini tinggal di Indonesia.

Seperti makanan pinggir jalan lainnya, sejarah bakso masih sebagai rahasia. Ada kemungkinan kuah dan mienya berasal dari Cina, tetapi pentolnya sanggup saja berasal dari Belanda yg sempat menjajah Indonesia pada abad ke -19, isi bakso sisanya tidak diketahui.

Bakso pada umumnya terdiri dari kuah kaldu sapi, pentol, tahu, dan mie. Tapi berhubung semakin poly penemuan bakso, poly jua macam-macamnya. Cara membentuk variasi bakso pun maupun beraneka ragam dari cara membentuk bakso urat hingga cara membentuk bakso telur.

Sering kita jumpai pedagang kaki lima yg menjajakan bakso. Dikarenakan semakin ketatnya persaingan di antara pedagang, maka mereka pun berlomba-lomba mendapatkan profit tinggi. Demi mendapatkan pendapatan lebih, tidak sedikit yg kemudian dengan cara nakal. Berikut hal-hal nakal yg dilakukan sang pedagang bakso.

Bahaya bakso dicampur boraks

Sempat geger adanya bakso yg dicampur dengan boraks dengan dalih agar lebih awet. Padahal boraks sendiri dapat menimbulkan kanker hati. Cara mengenali bakso yg dengan boraks gampang saja :

Bakso boraks memiliki tekstur yg lebih elastis. Bahkan jika Anda melemparkannya bakso tadi sanggup memantul dan tidak melekat pada lantai.

Jika Anda membeli bakso, biarkan pada wilayah terbuka selama tiga hari, maka bakso tadi masih awet, bahkan tidak ada lalat atau serangga lainnya yg hinggap atau bahkan hanya lewat di atasnya.

Bakso boraks cenderung lebih putih

Bakso boraks akan memiliki aroma yg tidak alami seperti bakso alami yg memiliki aroma daging yg istimewa.

Bahaya bakso tikus

Tidak hanya dengan dalih awet dengan dengan boraks, timbul maupun bakso berbahan daging tikus dengan dalih agar mendapatkan laba yg lebih akbar. Bakso tikus ini cenderung gampang pecah jika dibelah atau ditusuk dengan pisau. Baunya pun lebih amis. Oleh karenanya, Anda harus berhati-hati jika membeli bakso. Jika harganya murah atau miring, Anda patut curiga bahwa daging yg digunakan merupakan daging tikus.

Nah, ngeri bukan jika ternyata bakso yg dijual di pinggir-pinggir jalan bahkan restoran ternyata dengan bahan yg membahayakan dan sudah niscaya memberi hasil buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Daripada merogoh risiko memakan bakso yg tidak jelas asal-usul pembuatannya, lebih baik Anda membentuk sendiri. Apakah Anda bertanya-tanya bagaimana cara membentuk berbagai macam bakso? Cara membentuk bakso gampang saja.

Sebelum memulai, Anda putuskan terlebih dahulu akan dengan daging apa. Apakah Anda akan membentuk bakso dengan daging sapi, ayam, ikan, atau udang? Tapi tenang saja, di sini kami akan menyajikan kepada Anda cara membentuk bakso dengan daging sapi, ayam, ikan, dan udang.

Bakso Gondhol Indoturs.com

Cara membentuk bakso sapi elastis

Bahan pentol bakso:

Daging sapi kg, giling

Tepung kanji 50 g

Telur 1 butir

Lada bubuk sendok teh

Garam 1 sendok teh

Bawang putih 4 siung, haluskan

Es batu 40 g, hancurkan

Air 2 L

Cara membentuk pentol bakso:

Masukkan daging sapi yg sudah digiling ke dalam wadah, campurkan tepung kanji, telur, lada bubuk, garam dan bawang putih yg sudah dihaluskan. Campur atau uleni dengan tangan atau sanggup dengan indera hingga semua tercampur paripurna.

Jika dirasa adonan masih lembek dan sulit dibentuk, maka sanggup ditambahkan es batu secara perlahan hingga dirasa adonan sanggup dibentuk.

Rebus air dalam panci hingga air mendidih

Ambil adonan daging dengan tangan kemudian bentuk bulat baik dengan ke 2 tangan atau dengan satu tangan ditekan hingga adonan keluar melalui jari telunjuk dan jempol.

Masukkan adonan yg sudah terbentuk ke dalam air panas.

Lanjutkan hingga semua adonan habis.

Jika pentol sudah mengapung maka pentol sudah matang. Angkat

Bakso President Tripadvisor/Ken S.
Cara membentuk bakso daging ayam

Bahan pentol :

Daging ayam 1 kg, tanpa tulang, giling

Tepung kanji 50 g

Telur 1 butir

Lada bubuk sendok teh

Garam 1 sendok teh

Bawang putih 4 siung, haluskan

Bawang merah goreng 2 sendok makan

Es batu 40 g, hancurkan

Air 2 L

Cara membentuk :

Masukkan daging ayam yg sudah digiling ke dalam wadah, campurkan tepung kanji, telur, lada bubuk, garam, bawang putih yg sudah dihaluskan dan bawang merah goreng. Campur atau uleni dengan tangan atau sanggup dengan indera hingga semua tercampur paripurna.

Jika dirasa adonan masih lembek dan sulit dibentuk, maka sanggup ditambahkan es batu secara perlahan hingga dirasa adonan sanggup dibentuk.

Rebus air dalam panci hingga air mendidih

Ambil adonan daging dengan tangan kemudian bentuk bulat baik dengan ke 2 tangan atau dengan satu tangan ditekan hingga adonan keluar melalui jari telunjuk dan jempol.

Masukkan adonan yg sudah terbentuk ke dalam air panas.

Lanjutkan hingga semua adonan habis.

Jika pentol sudah mengapung maka pentol sudah matang. Angkat

Cara membentuk bakso daging ikan

Bahan :

Ikan tenggiri kg, bersihkan duri dan kulit

Bawang putih 4 siun

Tepung sagu tiga sendok makan

Putih telur ayam 2 butir

Gula 2 sendok makan

Garam 1 sendok teh

Merica bubuk 1 sendok teh

Es batu secukupnya, hancurkan

Air matang secukupnya

Cara membentuk :

Masukkan ikan ke dalam blender dengan bawang putih, putih telur, gula, garam, merica, dan es batu secukupnya. Blender hingga benar-benar halus.

Tuang adonan yg sudah diblender ke dalam wadah kemudian masukkan tepung sagu perlahan sambil diuleni hingga tercampur rata.

Rebus air dalam panci hingga air mendidih

Ambil adonan daging dengan tangan kemudian bentuk bulat baik dengan ke 2 tangan atau dengan satu tangan ditekan hingga adonan keluar melalui jari telunjuk dan jempol.

Masukkan adonan yg sudah terbentuk ke dalam air panas.

Lanjutkan hingga semua adonan habis.

Jika pentol sudah mengapung maka pentol sudah matang. Angkat

Cara membentuk kuah bakso yg lezat dan sederhana

Bakso Kikil Seruni Foursquare/ike i.
Bahan :

Tulang sapi 200 g

Air tiga L

Bawang merah 5 siung, goreng dan haluskan

BAwang putih 7 siung, goreng dan haluskan

Kaldu sapi instan 2 sendok teh

Gula pasir 2 sendok teh

Garam 2 sendok makan

Merica 1 sendok teh

Daun bawang 4 batang, ambil bagian putihnya, iris.

Cara membentuk :

Masak air hingga mendidih

Masukkan semua bahan, campurkan dan kocok rata.

Tunggu hingga mendidih lagi.

Sekarang Anda sudah mengantongi tiga cara membentuk bakso dengan bahan dasar daging yg tidak sama. Anda maupun sudah sanggup membentuk kuahnya.

4 Curhat tukang bakso kalau pemerintah stop impor sapi Australia

4 Curhat tukang
4 Curhat tukang bakso jika pemerintah stop impor sapi Australia

Hubungan bilateral Indonesia bersama Australia sekarang memasuki titik terendah lantaran skandal penyadapan yg dilakukan negara kanguru tersebut terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan koleganya. Kerjasama ekonomi antara Indonesia-Australia terancam dilarang, bahkan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menyebut akan mempelajari ulang kerjasama perdagangan antar 2 negara, termasuk kepada dalamnya soal impor sapi.

BERITA TERKAIT
Instagramable, 6 objek wisata religi wajib dikunjungi kepada Semarang
9 Legenda hantu nenek-nenek yg bikin bulu kuduk berdiri
lima Fakta wacana susu kental anggun yg perlu diketahui konsumen bijak

Ketua Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman angkat bicara mengenai rencana pemerintah yg ingin menghentikan impor sapi menurut Australia. Trisetyo mengungkapkan tukang bakso artinya satu konsumen daging segar sapi bakalan Australia. Bahkan beliau menyebut tukang bakso artinya konsumen daging segar terbanyak kepada Indonesia.

"Kita ini pemakai (konsumen) daging sapi segar terbesar kepada Indonesia. Coba saja anda cek ke pasar tradisional, paling banyak ngabisin daging pasar becek ya tukang bakso," kata Trisetyo kepada merdeka.com.

Bukan hanya itu, selama ini para pedagang bakso ikut menikmati daging sapi segar menurut Australia. Dari kebutuhan daging sapi tukang bakso 275 ribu ton per tahun sebagian dipasok menurut daging sapi bakalan Australia.

"Secara awam pedagang bakso memakai daging segar itu terdiri menurut sapi hidup lokal dan sapi hidup bakalan menurut Australia," jelasnya.

Selanjutnya, merdeka.com mencoba merangkum curhatan pedagang bakso mengenai rencana penghentian impor daging sapi menurut Australia.

Sabtu, 21 Oktober 2017

(Food Story) Di Bakso ''Mas Kumis Jarum'' Kubaca Kepribadian Teman-sahabat

(Food Story) Di
(Food Story) Di Bakso ''Mas Kumis Jarum'' Kubaca Kepribadian Teman-sahabat

Berawal dari janji seorang temen kerja, si Abang yg mau mantraktir kami makan siang serta alasannya adalah terdapat Mbak Febby ikut didalamnya maka tentu wajib terdapat hidangan baksonya. Atas rekomendasi Mba Febby maka tempat makan siang kali ini artinya Bakso Mas Kumis  Jarum pada Slipi Jakarta Barat.

Sebagai penggemar kuliner bakso sejati, rekomendasi Mbak Febby niscaya lezat serta valid, kalau kita browsing, Bakso Mas Kumis  Jarum termasuk top seven bakso paling lezat pada Jakarta serta poly review positif dari para netizen.

Bisik-bisik tetangga kami buat makan siang Bakso Mas Kumis Jarum, terdengar sang bos. Sudah dapat diduga bos tertentu mengajak kami makan siang bareng . Memang asyik ya punya bos yg pengertian ke anak buah (colek dulu bos lainnya pada sebelah wkwkwk)

Tentu kami suka serta yg paling suka berbahagia diantara kami, tentu si Abang alasannya adalah nga jadi mentraktir enam orang. Traktiran dari beliau batal demi aturan alasannya adalah hanya berlaku hari itu saja, kali ini isi dompet saudara tertua terselamatkan.

Saat itu kami minim persiapan, mobil belum siap tetapi akhirnya kami dapat pinjaman mobil. Masalah kecil terdapat mobilnya nga dapat hidup alias mogok. Untung kita punya Mas Tonni, selain mantan contoh ia juga spesialis otomotif.

Berbekal sebuah kunci inggris serta kaus kaki, beserta sentuhan tangan Mas Tonni yg cekatan mobil dapat hidup waktu pada-starter. Makanya buat para ibu yg ingin menikahkan anak gadisnya, carilah menantu seperti Mas Tonni yg punya hard skill and soft skill jadi kalau terdapat kasus dapat terselesaikan beserta beres serta tuntas.

OKe, mobil siap serta kami pun meluncur ke lokasi makan siang. Sampai pada TKP, parkir penuh, kami akhirnya dapat parkir pada ujung. Kata Mbak Febby, pada jam makan siang, Kuliner Bakso Mas Kumis  Jarum selalu berjubel penuh beserta pengunjung jadi mau kesini wajib cepat-cepatan biar kebagian parkir serta tempat duduk.

Setelah rela berdesakan beserta pengunjung lain, kami berhasil mendapatkan tempat duduk makan. Tidak terdapat daftar hidangan pada meja, tetapi pelayan tertentu menghampiri serta menanyakan pesanan kami.

Pilihannya bakso daging beserta bihun atau bakso daging beserta nasi atau bakso daging saja. Minumannya terdapat air teh serta jeruk yg dapat dipesan panas atau dingin. Kami seluruh pesan bakso daging campur bihun plus nasi khusus si Abang. Dan minumannya kami pesan es teh serta teh panas semuanya tawar tanpa gula (diabetes warning).

Beberapa ketika, enam mangkok bakso ukuran sedang tertentu tersaji pada meja kami. Isi mangkoknya, lima buah bakso, bihun, serta irisan daging sapi serta cacahan daun selindri serta bawang merah goreng.

Karena cita rasanya baksonya sudah dijamin lezat, maka kali ini aku nir membahas rasa lezatnya Bakso Mas Kumis  (takut yg baca ngiler pingin baksonya kini juga). Kali ini aku membahas tipe kepribadian temen-temen melalui cara mereka makan Bakso Mas Kumis  ketika itu.

# Pertama Mbak Febby Asli dari Citayem Bogor- Kalau diperhatikan, begitu bakso mangkok tersaji, Mbak Febby tertentu mengaduk-campurkan dan kocok isi mangkok, serta adukannya terhenti pada bakso yg ukurannya paling akbar. Ia kemudian menuangkan empat sendok makan sambel, kuah bakso tertentu berubah warna menerangkan sambel overdosis.

Rupanya ia suka yg pedes-pedes. Pantas kalau ia lagi murka ke anak-anak magang yg kelakuannya nga becus, suasana ruangan tertentu hening serta AC ruangan yg semula 16 derajat celcius otomatis tertentu naik menjadi 30 derajat celcius terdampak panas pedesnya amarah Mbak Febby.

Mbak Febby lanjut mengaduk lagi, kemudian ia pulang ke bakso yg akbar tadi terus tertentu melahapnya. Kata orang sih, orang yg makan menentukan bakso akbar duluan itu punya kepribadian to do point, penuh motivasi serta ingin cepat beres.

Kalau boleh dibandingkan, pada tempat kerja, si Mbak Febby ini kalau lagi menerima perintah atasan atau diminta bantuan sang rekan-rekan kerja, umumnya ia mendengarkan dulu setelah kita capek-capek menjelaskan, baru beliau bilang, "jangan berbelit-belit, tertentu aja ke intinya yg febby kerjakan apa!".

Selain penuh motivasi ketika makan (poly makan), Mbak Febby ini orangnya penuh motivasi alias rajin, rajin dalam bekerja maupun dalam berdagang (masih ingatkan, beliau seorang sekretaris merangkap jadi produsen jamu serta jadi pengusaha catering).

Disamping itu Mbak Febby ini termasuk "Mbak geli" (Mbak gesit serta lincah), dapat diukur dari dalam sehari seberapa seringnya beliau turun naik lift atau angkat tutup telpon buat mengurus berkas. Kalau dah tua jadi "Neli" (nenek lincah wkwkwk).

Gesit serta lincah ini mendukung asa beliau yg ingin cepat membereskan seluruh berkas serta barang dagangan dapat segera terjual habis. Saking gesit serta lincahnya makanya beliau nga gemuk gemuk padahal makannya poly. Ternyata langsing itu tak wajib melulu diet ya.

# Kedua Mas Tonni -- kebalikan dari Mbak Febby, kalau Mas Tonni menentukan bakso yg lebih kecil buat dinikmati duluan. Pelan-pelan bakso digigit kemudian dikunyah sabar sebanyak 33 kali baru ditelan. Lambung Mas Tonni nir bekerja dua kali lagi, alasannya adalah bakso sudah dilembutkan jadi lambung tinggal menyerap saripati makanan saja. Itu kenapa secara visual ukuran diameter lingkar perut Mas Tonni pada atas rata-rata akan tetapi masih kalah beserta pemegang rekor si Mas Rhangga  (gimana bro dah selesai cutinya?)

Katanya sih, orang yg suka makan bakso kecil lebih duluan termasuk tipe orang yg penyabar, telaten serta gampang ditebak. Dalam bekerja, Mas Tonni orangnya tak pernah terlihat murka serta pembawaan tenang  menyejukkan jiwa.

Mas Tonni emosinya stabil serta cool, sebelas duabelas mirip beserta sang legenda F1 Michael Schumacher (Jerman) yg selalu tampil tenang serta saking tenangnya tercatat ketika balap mobil F1, rekaman detak jantungnya selalu stabil meski jet daratnya melaju kencang sampai 300 km/jam. Jadi nir heran bila Schumi menjadi pemegang rekor gelar juara dunia F1 tujuh kali berturut-turut (1994 s.d. 2004).

Mas Tonni gampang ditebaknya itu ketika ketemu pagi awal kerja, kalau ia senyum menyapa serta ditangannya bawa tas plastic kresek maka gampang ditebak isinya niscaya combro (semacam gorengan) serta itu tandanya sementara waktu lagi kami berdua akan minum  menikmati racikan kopi paling nikmat yg nir bakal ditemui pada tempat kerja manapun pada dunia ini selain ditempat kerja kami.

Ketiga Mbak Rizkha --Yang pertama kali dicicipi Mbak Rizkha artinya kuah baksonya. Aroma kuah kaldu Bakso Mas Kumis  begitu menggoda, jadi bagi siapapun niscaya tertarik buat segera mencobanya.

Tipe kepribadian orang yg pertama kali menikmati kuah bakso dibanding bulatan bakso serta bihun atau mienya, ucapnya orangnya suka mencoba hal-hal yg baru serta menyukai tantangan.

Kalau diperhatikan, Mba Rizkha menyukai pekerjaan pada luar kantor daripada bekerja seharian pada kantor. Jadi kalau terdapat jadwal warta umum ke lapangan, beliau niscaya mau ikut.

Bahkan warta umum ke lokasi pembuangan sampah ad interim (TPS) pun beliau tetap mau ikut. Padahal lokasi pembuangan sampah itu kan kotor serta bau sepatu kita habis warta umum dari sana baunya nga hilang-hilang tiga hari meskipun sudah dicuci.

Pernah dulu kami warta umum ke pulau beserta menggunakan transportasi kapal, waktu itu angin bertiup kencang, bahari bergelombang tinggi serta badan kapal tak jarang terhempas bertenaga, Mbak Rizkha malah minta duduk pada geladak atas yg terbuka, ucapnya ingin menikmati pemandangan indahnya bahari.

Saat ini Mbak Rizkha sedang menjalani tantangan baru beserta mengikuti seleksi beasiswa pendidikan ke Belanda. Didoakan semoga Mbak Rizkha dapat lulus serta segera memulai petualangan baru serta mendapatkan hal-hal baru pada negeri kincir angin tadi. Semangat Mbak Rizkha, moga lulus ya...amin.

Keempat si Abang - Kalau diamati, sebelum makan bakso, saudara tertua memperhatikan isi mangkok bakso sejenak kemudian mulai mencicipinya. Yang pertama kali dinikmati duluan artinya bihunnya. Setelah bihunnya tinggal sedikit baru beliau memakan baksonya tampaknya ia begitu menikmati enaknya Bakso Mas Kumis .

Katanya kalau pertama kali dimakan bihunnya, maka orang ini punya tipe kepribadian yg penuh perhitungan dalam segala hal, penuh kehati-hatian serta cenderung perfeksionis.

Kalau boleh dibandingkan, dalam bekerja si Abang memang orangnya teliti, dapat menghitung rugi untungnya sebuah keputusan, nga boleh galat satu huruf pun, penulisan wajib sesuai beserta tata Bahasa Indonesia yg betul (perfect).

Jadi jangan harap berkas yg masuk ke meja saudara tertua itu cepat selesai, niscaya bolak balik dulu (kaya setrikaan) tentu kalau masih terdapat kesalahan. Abang selalu hati-hati sekali (termasuk hati-hati mengeluarkan isi dompet), alasannya adalah menurutnya jangan sampai ia menandatangani sebuah dokumen yg belum betul tata bahasa serta tata administrasinya. Keren ya si saudara tertua.

Tapi dalam hati aku masih penasaran, Apakah si Abang juga bersikap hati-hati terhadap cewek-cewek anggun? Hal ini wajib aku pelajari lebih mendalam (with deepth interview) wkwkwk.

Penutup

Cara makan bakso bos, sengaja aku nir amati supaya luput dari pembahasan. Disamping itu aku juga takut kalau penerawangan aku mengenai kepribadiannya galat. Resikonya dapat ditebak, aku akan ditinggal makan bareng, alamat aku kan sendirian terus makan siang pada tenda biru. Jelas aku nir mau ambil resiko itu.

Sebagai makanan epilog, akhirnya kami tetap ditraktir si Abang, kami dibelikan es krim durian yg tempatnya berada mutlak bersebelahan disamping Bakso Mas Kumis Jarum. Es Krimnya betul-betul lezat serta duriannya terasa nikmat. Terima Kasih Pak Bito serta Terima Kasih Abang.

Pembacaan karakter kepribadian temen-temen pada atas nir berdasarkan riset ilmiah jadi taraf kepercayaannya masih wajib diuji lagi. Semua hanya buat seru-seruan saja supaya kami seluruh nir jenuh beserta rutinitas yg penuh berkas serta warta umum. Tetap semangat ya temen-temen.

Salam Kompasiana

Sumber :

7 Rekomendasi Bakso Terenak pada Jakarta Yang Terkenal

4 Tipe Kepribadian Orang Dilihat dari Cara Makan Bakso

Michael Schumacher